IRINGAN BERKAH TERINDAH DI HARI MAULID NABI

by, zahrinasyahaz
Antologi more …  dibaca yuks,, -_- ,,, 😀 10606393_278280622380475_5677069998292901631_n       “Yaa Nabi salam ‘Alaika… Ya Rasul salam ‘Alaikaa… Ya Habib salam ‘Alaika.. Shalawaatullahu ‘Alaika… ( berirama ) “Yaaa Nabii salam…” ( sahut Anak-anak semua)

Suara lantunan shalawat merdu bergema, menggetarkan jiwa ku, suara berasal dari atas sudut balai putro surga di pesantren ku Darun Najah yang terletak di desa Menasah Leubok, tidak jauh dengan Jalan Raya di perkampunganku, lantunan shalawat Kepada Nabi baginda Muhammad SAW 12 Rabiul Awal membuat semua terpukau dan larut dalam mata memandang, telinga yang mendengar dan gerakan bibir yang ikut terus membaca shalawat Kepada beliau..,

Aku masih berdiri di teras rumah Abi yang merupakan pimpinan pesantren ku, memandang suasana di pesantrenku, dengan mengenakan Baju batik merah hati yang menjulur hingga ke lutut serta jelbab labuh warna hitam yang menutupi badanku, pakaian yang ku kenakan adalah pakaian seragam yang sudah dari sekian dulu kami mengumpulkan uang untuk di jahitkan baju guna untuk kebersamaan di hari mulia ini dari balai “Bidadari Surga” balai tertua di antara ke delapan balai lainnya, tetapi umur kami masih relative muda.. aku pun berharap untuk terus muda walau sekarang umur ku 18 tahun dan yang lebih tua 21 tahun sebalai dengan ku. Aku Melihat anak-anak laki-laki memakai baju putih dan peci hitam mengundang kebinaran dan kesejukan di hati, serta Ustadz-ustadz memakai baju yang sama terlihat sibuk mondar mandir dalam melaksanakan acara maulid

Suasana yang riuh gema shalawat dan zikir serta suara anak-anak di pesantren mengundang alunan suara irama yang indah di hatiku, rasanya mengalahkan semua irama musik yang pernahku dengar selama ini. Hari ini bertepatan di hari 12 Rabiul Awal, kelahiran Nabi Muhammad SAW, Nabi penghulu segala umat Islam, teladan yang tak pernah putus buat umatnya di dunia ini. Di pesantren ku Abi dan Bunda serta staf guru- guru mengadakan acara maulid Nabi yaitu memperingati Hari kelahiran Nabi,Acara yang terlaksana sangat Meriah dan mengundang makna, aku bersama kawan-kawan membantu bunda menyiapkan makanan di dapur untuk para tamu undangan dan santri/santriwati, acara berjalan dengan lancar dan di isi dengan ceramah dari ustadz Zulkhairi “ ustadz peraih juara pertama di salah satu pesantren ternama di kota Lhok Nibong, siapapun yang melihatnya pasti terpukau dengan ketampanan dan isi pidato yang di sampaikannya. Aku duduk bersampingan dengan bunda mendengar kan ceramah,, serta anak-anak yang begitu ramai memadati halaman pesantren mendengar kan ceramah ustadz dengan karuan dan semangatnya.

”Al kisah dijaman Khalifah Harun ar Rasyid ada seorang pemuda yang mempunyai kelakuan buruk di kota Bashrah, penduduk kota memandang rendah padanya, karena perilakunya itu. Hanya saja, pemuda ini mempunyai kebiasaan unik; setiap bulan Rabi’ul Awal tiba (bulan Maulid), dia menyambutnya dengan suka cita, membersihkan badan, memakai pakaian yang rapi, mengadakan walimah, dan membaca kisah maulid Nabi Saw. dalam acara itu.

Kebiasaan itu berlansung dalam waktu yang lama. Pada saat pemuda itu wafat penduduk kota mendengar suara dari angkasa; ‘wahai penduduk kota Bashrah datanglah, dan layatlah wali Allah Swt. Sebab dia memiliki kududukan terhormat disisi-Ku. Kemudian penduduk kota melayat, dan menghadiri pemakaman pemuda itu. Pada saat penduduk Bashrah tidur, mereka bermimpi melihat pemuda itu berjalan dengan gagahnya diatas hamparan kain sutra.   Pemuda itu ditanya, dengan apa engkau mendapat keutamaan ini? Dia menjawab dengan mengagungkan dan mengistimewakan hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad Saw.”

Mendengar itu, betapa Mulianya NabiMuhammad, aku dulu yang mulai lalai dalam bershalawat kembali bersemangat untuk menambah shalawat ku kepada Nabi setiap Harinya,,

Bunda pun tersenyum mendengar ustadz berceramah, “Sesibuk apapun tetaplah bershalawat kepada Nabi ya marwah “ ucap bunda kepadaku sambil tersenyum menmpakkan raut manis di wajahnya dan memalingkan wajahnya lagi seakan dia tau aku .. “ ya bunda “ sahutku dalam senyum. Sekalian memandang ke arah ceramah ustadz “Cukup sekalian dulu ceramah ustadz, semoga di berikan manfaat untuk kita semua” kata ustadz, akhir kata-kata ustadz membuat sontak

“Huuuu…. Yeee dah siap,,, selanjutnyaaa…????? !!!.. “ suara anak-anak

“Makan Enak… !! “sahut beberapa teman, terdengar beberapa suara riuh anak gemuruh gembira menandakan acara selanjutnya adalah makan-makan bersama.

Aku bahagia melihat mereka, saat ku menuju ke rumah abi bersama kawan-kawanku, kaki ku tehenti, kulihat humaira anak didikku di hadapanku dengan sebuah senyuman aneh

“iya humaira napa dik?” tanyaku

“kak, coba tutup mata, tutup terus.., okay, mana tangannya, ini spesial di bawa untuk kakak yaa ! ( sambil memberi bungkusan petak ) “ ujar anak didik pintarku ini

“hay apa nih, buat Kakak ni?? Tanya kembali

“Iya kak, di makan ya, salam dari azizah,nadia,liana,..” jelasnya lagi

“ahh adik,, kakax makan enak lagi nih.. ya deh,, makasih banyak ya sayang, sampaikan salam dan terima kasih kakak kembali buat mereka ya” tuturku.

Rasa senang kembali menghujam di hati, mempunyai anak didik yang masih perhatian mengingatku terkebih di hari yang mulia, makasih anak didik ku tersayang. Aku melanjutkan jalan sambil melihat di arah sudut yang lain anak-anak santri lain yang masih berumur tujuh – delapan tahun berpakaian muslimah, mereka menawan, dan mengundang senyumku saat melihat plastik bungkusan makanan sudah ada di tangan mereka masing-masing dengan bentuk dan ukuran yang berbeda.

Disudut yang lain balai “asoe surge ( red = isi surga )” aku melihat sekerumpulan anak-anak laki-laki sedang mengantri mendapat bungkusan makanan di pimpin oleh seorang ustadz untuk membagikannya, ustadz itu bernama ustadz Rizal, rupanya ada yang suka iseng dengan mengantri dua kali dan berakting sepenuhnya,, “ anak-anak..” gumamku di hati seraya mengembangkan senyuman di iringi tawa kecil.

Aku bersama kawan-kawan bersyukkur di hari Maulid Nabi Muhammad SAW ini, banyak hikmah dan ilmu yang kudapat, merasakan kebersaman, menjalin rasa sayang tulus ikhlas dalm sesame. Membangun rasa peningkatan dalam diri seiring waktu dalam bershalawat kepada Nabi serta bersyukur atas nikmat besar dari Ilahi atas kelahiran Nabi Muhammad SAW ke dunia ini yang telah mengajarkan akhlak untuk sesempurnanya hingga bagus sedemikian yang sudah kita rasakan saat ini.” Allhumma Shalli ‘Alaa Saiyyidinaa Muhammad.”

senin ceria, Pagar Air,

 27 desember 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s